Manusia Dalam Pandangan Al Qur’an

GAMBARAN AL QUR’AN TERHADAP MANUSIA

  • Al Qur’an menyanjung juga memandang rendah manusia.
  • Al Qur’an sangat memuji manusia, dan juga sangat memperoloknya.
  • Al Qur’an menggambarkan manusia sebagai makhluk yang lebih unggul daripada langit, bumi dan para malaikat, dan sekaligus menyatakan bahwa manusia bahkan lebih rendah daripada setan dan binatang buas.
  • Al Qur’an berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki cukup kekuatan untuk mengendalikan dunia namun manusia juga seringkali terpuruk.

 

SISI POSITIF MANUSIA

Manusia adalah perpaduan jasadi dan rohani.

Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)-nya roh (ciptaan)-Nya.
(QS. As-Sajdah (32):7-9)

3 pilar untuk memperkokoh jasad dan ruh
3 pilar untuk memperkokoh jasad dan ruh

 

Secara fitrah (dalam alam ruh) manusia mengakui keberadaan Allah Yang Maha Esa.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu ?” Mereka menjawab : “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.”
(QS. Al A’raf (7):172)

Manusia sebagai wakil (khalifah) Allah di muka bumi.

Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji-Mu serta menyucikan-Mu?”, Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS. Al Baqarah (2):30)

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa di muka bumi, Dia meninggikan kamu (beberapa derajat) dibandingkan yang lain, untuk menguji kalian terhadap apa yang diberikan pada kalian.
(QS. Al An’am (6):165)

Manusia memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam menerima ilmu pengetahuan dibandingkan makhluk yang lain.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar!” Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Allah berfirman: “Hai Adam, beritahulah mereka nama benda-benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama benda-benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
(QS. Al Baqarah (2):31-32)

Manusia telah diciptakan untuk beribadah kepada Tuhannya saja dan untuk menerima perintah dari-Nya.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
(QS. Adz-Dzariyat (51):56)

Iman Islam Ihsan

Rukun Ibadah

 

SISI NEGATIF MANUSIA

إِنَّ اْلإِنْسَانَ ظَلُومًا جَهُوْلًا
Sesungguhnya manusia itu amat zalim lagi amat bodoh.
(QS. Al-Ahzab (33):72)

إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَكَفُوْرُ
Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari nikmat.
(QS. Al-Hajj (22):66)

كَلَّا إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَيَطْغَي أَنْ رَّأَهُ اسْتَغْنَي
Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas karena dia melihat dirinya serba cukup.
(QS. Al-‘Alaq (97):6-7)

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikil. Apabila dia ditimpa kesusahan, dia berkeluh kesah. Dan apabila dia mendapat kebaikan, dia amat kikir. Kecuali orang yang shalat. Yang tetap melaksanakan shalatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya terdapat bagian tertentu.
(QS. Al-Ma’arij (70):19-21)

Manusia bersifat tergesa-gesa.
(QS. Al-Isra’ (17):11)

Hatim Al-‘Asham melalui sabda Rasulullah SAW mengkategorikan 5 perbuatan yang harus dipercepat. “Tergesa-gesa itu berasal dari syaitan, kecuali pada lima kondisi, karena sesungguhnya tergesa-gesa dalam hal itu termasuk sunnah Rasulullah SAW, yaitu :

  • Memberi makan kepada tamu, jika menginap.
  • Mengurus jenazah orang yang sudah meninggal.
  • Mengawinkan anak perempuan jika sudah baligh.
  • Membayar hutang jika telah jatuh tempo pembayarannya.
  • Bertaubat dari dosa jika terlanjur mengerjakannya.”

 

MANUSIA YANG RUGI

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
(QS. Al-A’raf (7):179)

 

MENJADI MANUSIA BERUNTUNG

Demi masa. Bahwasanya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Dan orang-orang yang selalu saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran.
(QS. Al-‘Ashr (103):1-4)

Masa

 

*Disampaikan oleh Ustadz Ade Akfan Miladi tanggal 12 Juli 2012 di Majelis Taklim Qur’an Learning Centre (QLC).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s