Maksud Lafazh “Ash-Sholaatu Jaami’ah”

Pertanyaan :
Apakah arti As-sholaatu Jaami’ah Rohimakumullah ? Saya pernah dengar ketika sholat berjamaah di mesjid. Apa hukum bacaan tersebut ?

Jawaban :
Ash-sholaatu Jaami’ah“, artinya : (mari) mendirikan shalat yang menghimpun kita (berjamaah).
Rohimakumullah“, artinya : semoga Allah merahmati kamu.
Lafazh Rohimakumullah kadang-kadang juga diganti dengan “Atsaabakumullah” atau “Aajarokumullah“, kedua-duanya berarti: semoga Allah memberikan kamu ganjaran pahala.

Lafazh-lafazh tersebut digunakan sebagai pemberitahuan akan dilakukannya shalat sunnah berjamaah dimaksud, sebagai pengganti Adzan dan Iqamat dalam shalat fardhu. Sebab, adzan dan iqamat hanya dikhususkan untuk shalat fardhu saja.

Penggunaan lafazh “Ash-sholaatu Jaami’ah” tersebut didasarkan pada hadits shahih riwayat Imam Bukhari, bahwa ketika Rasulullah SAW akan shalat Kusuf, dikumandangkan seruan; “As-Sholaatu Jaami’ah“.
Dengan adanya riwayat hadits di atas, maka menurut ulama mazhab Syafi’i, lafazh tersebut atau yang sama dengannya, dianjurkan untuk diucapkan sebagai pengingat akan dilaksanakannya shalat-shalat sunnah berjamaah, seperti Shalat ‘Ied, Tarawih, Witir, Kusuf (shalat gerhana matahari)/Khusuf (shalat gerhana bulan), Istisqa’ dan lainnya yang disyariatkan berjamaah, kecuali shalat Jenazah dan shalat yang di-nadzarkan.

Namun, sebagian ulama memandang lafazh tersebut hanya khusus untuk shalat Kusuf/Khusuf saja, sebagaimana bunyi haditsnya. Menurut pendapat ini, tidak perlu ada pemberitahuan untuk shalat-shalat sunnah berjamaah selain Kusuf/Khusuf, jadi langsung shalat saja.

Kalau kita perhatikan, sepertinya pendapat pertama lebih tepat. Perlu juga kiranya ada pemberitahuan, agar bisa lebih teratur, ini juga lebih sesuai dengan tujuan berjama’ah itu sendiri. Lagipula, kalau di lingkungan kaum muslimin Indonesia, jika pun ucapan Ash-sholaatu Jaami’ah tidak diserukan, toh kita tetap memberitahu jamaah bahwa shalat (Ied atau lainnya) itu akan dilaksanakan. Jadi tetap perlu juga ada pemberitahuan.
Perlu juga diketahui, karena fungsinya hanya sekedar sebagai pemberitahuan, bukan merupakan bagian dari shalat, maka lafazh-lafazh tersebut kadang-kadang juga ada perubahan dan tambahan, misalnya dengan disertai doa atau shalawat. Itu sah-sah saja selagi isinya tidak bertentangan.

Kalau di Masjidil Haram, misalnya, ketika akan Tarawih, kita sering dengar muadzzin/petugasnya menyerukan; “Shalaatul Qiyam“. Maksudnya shalat qiyamul lail (tarawih) ini akan segera dilaksanakan, mari bersiap-siap… Kalimat ini sebenarnya kedudukan dan fungsinya sama dengan ucapan Ash-sholaatu Jaami’ah.

Di mesjid-mesjid lingkungan kita, ada juga yang menambahkan kalimat Tauhid, dan ajakan bershalawat kepada Nabi. Itu semua bertujuan memberitahu dan menyemangati jamaah untuk memulai shalat sunnah berjamaah tersebut. Kalau tidak ada sama sekali pemberitahuan, nanti malah para jamaah yang jauh dari shaf awal agak kebingungan, apalagi di mesjid-mesjid yang besar.
Hanya saja, masyarakat perlu diberi pemahaman, bahwa :

  • Lafazh-lafazh itu bukan bagian dari perbuatan shalat, bukan syarat dan bukan wajib, jadi kalau tidak ada ucapan-ucapan lafazh seperti itu juga tidak apa-apa. Jangan karena tidak ada yang membawakannya, lantas shalat tarawih tidak dilaksanakan.
  • Pengurus mesjid/muadzzin/bilal yang bertugas juga harus memastikan agar lafazh-lafazh tersebut diucapkan dengan benar, jangan salah-salah ucap, apalagi kalau hanya diperoleh dari dengar-dengar saja, mengamalkan harus dengan ilmunya.

Wallahu a’lam

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), 20 Juli 2015, via Whatsapp Group QLC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s