Tentang Istilah Juz

“Juz” itu secara bahasa berarti “bagian”.
Juz-juz (jamaknya AJZA) dari Al Qur’an, berarti bagian-bagian dari mushaf Al Qur’an.

Istilah juz-juz untuk mushaf Al Qur’an dimunculkan oleh ulama Al Qur’an untuk memudahkan mengatur wirid (kebiasaan) harian dalam mengkhatamkan Al Qur’an selama satu bulan (30 hari), terutama di bulan Ramadhan. Maka dibuatlah pembagian menjadi 30 juz. Jadi bisa diatur setiap hari bisa 1 juz, sebulan khatam. Atau setiap hari bisa 2 juz, dan seterusnya.

Pembagian ini sifatnya “ijtihadi” (dirumuskan sendiri) oleh para ulama Al Qur’an sejak masa Tabi’in.

Patokannya bukan surah, namun jumlah halaman secara proportional, kira-kira setiap juz terdiri dari 1/30 dari keseluruhan halaman Al Qur’an. Kalau mushaf Madinah, jumlah halaman tiap juz bisa 20 halaman atau 10 lembar.

Karena patokannya bukan surah, maka kita temukan ada juz yang sedikit surahnya (seperti juz-juz awal), ada juga yang banyak surahnya (seperti juz-juz akhir).

Selain juz, juga ada istilah HIZB (setengah juz), jadi setiap juz terdiri dari 2 Hizb. Dan setiap Hizb ada 4 Rubu’, sehingga 1 juz terdiri dari 8 Rubu’.

Semuanya sebagai tanda batas-batas bacaan untuk memudahkan kita. Kode-kode penandanya biasa diletakkan di tepi halaman.

Pada sebagian mushaf (termasuk mushaf standar Indonesia), ada juga penanda Ruku’ (biasa ditandai dengan huruf ‘Ain/ع di pinggir halaman). Itu maksudnya sebagai batas yang disarankan jika ingin berhenti dalam bacaan satu rakaat shalat.

 

*dijelaskan oleh Ustad Umar Al Haddad (Qur’an Learning Centre)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s