Shalat Taubah

Pertanyaan :
Apakah shalat taubah dikerjakan sekali saja atau tiap hari seperti sholat sunnah tahajjud ?

Jawaban :
Kapan disunnahkannya Shalat Taubah? Kalau dilihat dari hadits nya, sunnahnya shalat Taubah itu, adalah jika seseorang melakukan suatu dosa lalu ia memohon ampunan Allah atas dosa yg dilakukannya. Jadi, setelah ia ber-istighfar memohon ampunan Allah, kemudian ia perkuat lagi taubatnya itu dengan shalat Taubah.

Berikut ini saya kutipkan haditsnya sebagai berikut :

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, dia berkata; Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda; “Tidaklah seorang hamba melakukan suatu dosa, kemudian ia berwudhu’ dengan baik, mendirikan shalat dua rakaat, dan memohon ampunan Allah, melainkan Allah berikan ampunan untuknya.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad)

Berdasarkan hadits di atas, shalat Taubah dianjurkan kalau kita melakukan dosa pada Allah. Apakah tiap hari atau tidak, itu tergantung apakah kita melakukan dosa atau tidak, besar ataupun kecil.
Maka, kalau kita merasa melakukan dosa, dianjurkan shalat Taubah. Adapun jika kita tidak merasa melakukan dosa, maka tidak dianjurkan shalat Taubah.

Note:
Bedakan dengan Istighfar. Kalau Istighfar, kita dianjurkan Istighfar tiap hari meskipun merasa tidak berdosa (bisa jadi ada dosa yang tidak kita sadar).
Rasulullah SAW yang ma’shum (terpelihara dari dosa) saja, ber-istighfar paling sedikit 70x atau 100x setiap hari. Bagaimana dengan kita?

Demikian, wallahu a’lam.

 

Pertanyaan :
Kalau berbuat salah sebelum shalat wajib apakah sebaiknya shalat wajib dulu sebelum shalat taubah ?

Jawaban :
Kalau sudah tiba waktu shalat Fardhu, tidak ada shalat yang lebih utama kecuali shalat fardhu tersebut.
Kalaupun ada shalat sunnah, itu hanyalah shalat yang memang waktunya terikat dan terbatas dengan shalat fardhu bersangkutan, seperti shalat sunnah qabliyah, shalat wudhu’ atau shalat tahiyyatul masjid.

Bahkan kalau sudah ada iqamat, makruh menunaikan shalat sunnah apapun kecuali shalat fardhu tersebut, berdasarkan hadits:
“Jika telah diiqamatkan suatu shalat (fardhu dalam shalat jamaah), maka tidak ada shalat lain kecuali yang fardhu tersebut” (HR. Muslim)

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), 26 November 2015 via Group Whatsapp QLC

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s