Ahli Waris Yang Sudah Meninggal Dunia

Pertanyaan :
Kalau kita mau bagi warisan apakah saudara yang sudah meninggal tapi tidak punya ahli waris harus dihilangkan namanya, atau tetap ada tetapi untuk diserahkan ke tempat-tempat ibadah agar almarhum mendapat aliran amalnya ?

Jawaban :
Kalau saudara dimaksud meninggalnya sebelum meninggal orangtua (yang warisannya akan dibagikan), maka saudara tersebut tidak mendapat bagian warisan karena telah meninggal terlebih dahulu. Namun jika ia meninggal setelah meninggalnya orangtua, maka ia mempunyai bagian warisan yang diberikan kepada ahli warisnya pula (anak atau ahli waris lain dari si saudara tersebut, termasuk ashabah yakni yang mendapat bagian sisa). Secara teori, yang bersangkutan pasti ada ahli warisnya, termasuk katagori ashabah (sisa) tadi, seperti saudara, paman, dan sebagainya. Jadi ahli warisnya bukan hanya anak, tapi juga yang lainnya.
Jika ia termasuk yang mendapat bagian warisan, namun ahli warisnya bersepakat untuk menjadikannya shadaqah yang pahalanya untuk almarhum, maka itu bisa dilakukan, dan menjadi tabungan amal bagi almarhum.
Wallahu a’lam.

 

Pertanyaan :
Tadi disebutkan di atas kalau ahli waris meninggal lebih dulu dari yang memberi warisannya, maka almarhum tidak mendapatkan bagian warisnya (lebih baik disedekahkan atas nama almarhum), apakah itu berlaku karena almarhum (ahli waris) tdk mempunyai anak ? Bagaimana halnya bila almarhum mempunyai anak dan istri sebagai ahli waris almarhum ?
Apakah krn meninggal lebih dulu maka warisannya selesai sampai disitu saja ?

Jawaban :
Kalau yang bersangkutan meninggal lebih dahulu dari yang mewariskan, maka ia tidak mendapatkan bagian waris, meskipun mempunyai anak. Namun si anak bisa saja mendapatkan bagian dengan sebab lain, misalnya sebagai ‘ashabah (bagian tersisa). Namun, jika si anak tidak mendapatkan waris dengan sebab lain, maka solusinya adalah dengan Wasiat agar si anak (atau cucu dari yang mewariskan) memperoleh bagian harta yang ditinggalkan (Dalam hal ini, ia bukan mendapatkan waris, tapi mendapat pemberian melalui wasiat). Wallahu a’lam.

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre) tanggal 7 Januari 2016 via Group Whatsapp QLC

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s