Ibadah Yang Termasuk Shadaqah

Pertanyaan :

  1. Apakah ibadah kepada Allah seperti Sholat dan Puasa juga termasuk shadaqah ?
  2. Apakah shadaqah itu hanya yang Hablun minan-nas dan Hablun minal ‘aalam saja ?

Jawaban :
Ya, shalat dan puasa bisa termasuk dalam pengertian shadaqah secara umum, namun shadaqah itu sifatnya merupakan amaliah ekstra di luar yang wajib. Maka segala kebaikan yang melebihi yang diwajibkan, itu dapat dimasukkan dalam shadaqah secara umum. Jadi shalat dan puasa wajib, tidak disebut shadaqah, namun shalat dan puasa sunnah bisa dimasukkan shadaqah.
Di dalam hadits, ada juga disebutkan bahwa shalat Dhuha adalah “shadaqah” atas segala persendian tubuh kita. Banyak pula amal-amal lain yang disebut di dalam hadits sebagai shadaqah, seperti: mendamaikan orang yang berselisih, membantu orang yang keberatan mengangkat bawaan barang-barangnya. Disebutkan juga di dalam hadits; bahwa berkata baik adalah shadaqah, langkah kaki menuju masjid adalah shadaqah, membuang gangguan dari jalan adalah shadaqah, dan sebagainya.

Adapun untuk pertanyaan kedua :
Dari penjelasan hadits-hadits Rasul SAW, para ulama membagi shadaqah itu dari segi sasarannya menjadi dua bagian;
1) Qaashiran (قاصرا) yaitu shadaqah yang sasarannya terbatas pada diri sendiri, contohnya seperti amal-amal baik untuk diri sendiri sebagaimana sebagian dicontohkan di atas.
2) Muta’addiyan (متعديا) yaitu shadaqah yang sasarannya untuk orang/pihak lain, seperti shadaqah harta untuk fuqara’ masaakiin, shadaqah dalam bentuk wakaf, infaq, amal jariyah, dan sebagainya.

Semuanya merupakan shadaqah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT. Wallahu a’lam.

Dengan demikian, shadaqah tidak terbatas pada Hablun minan-nas dan hablun minal ‘aalam (interaksi dengan manusia dan alam) saja, tapi juga Hablun minallah. Wallahu a’lam.

Tambahan sedikit tentang penulisan istilahnya agar tidak keliru;
– kalau mau dirangkai dengan kata “shodaqoh”, maka ditulis “Shodaqoh Qooshiroh” (صدقة قاصرة), menggunakan lafazh mu’annats, karena sebagai sifat untuk kata “shodaqoh”. Dalam Bahasa Arab, jenis kata sifat harus sama dengan maushuf (obyek yang disifatkan)-nya. Dalam kalimat ini, mu’annats sama mu’annats.
– kata “Qooshiron” (قاصرا) atau “Qooshiroh” (قاصرة) di sini yang artinya “Terbatas”, ditulis huruf Qof-nya panjang. Berbeda dengan kata “qoshiiron” (قصيرا) yang huruf I-nya panjang, itu artinya “pendek”, jadi berbeda artinya 😊

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), 1 Januari 2016 via Group Whatsapp QLC

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s