Zakat Apakah Bisa Diberikan Kepada Sanak Keluarga

Pertanyaan :

  • Dalam rezeki kita ada minimal 2,5 persen yang harus dikeluarkan. Apakah 2,5 itu dapat diberikan kepada saudara/ponakan kita yang memang miskin/membutuhkan ?
  • Apabila kita membiayai saudara/keluarga kita yang miskin melebihi 2,5 persen dari penghasilan kita, apakah itu bisa dihitung kita telah mengeluarkan zakat ?

Jawaban :
Zakat dapat diberikan kepada saudara, keluarga atau kerabat, tapi dengan syarat, yang bersangkutan :

  1. Bukan termasuk yang berada dalam kewajiban nafkah si muzakki (orang yang berzakat).
  2. Tergolong sebagai mustahiq zakat, seperti faqir, miskin atau salah satu dari 8 golongan penerima zakat (QS. At-Taubah : 60).

Yang termasuk dalam katagori keluarga yang wajib dinafkahi adalah :
– Ushul (asal usul ke atas, seperti orang tua, kakek nenek).
– Furu’ (turunan ke bawah, seperti anak, cucu).

Untuk kategori ini, tidak boleh kita memberikan zakat kepada mereka, karena mereka berada dalam kewajiban kita untuk menafkahinya.

Adapun kategori keluarga lainnya yang nafkahnya bukan kewajiban kita, seperti kakak, adik, keponakan, dan sebagainya, dibolehkan kita memberikan zakat pada mereka jika memenuhi syarat mustahiq.

Jika kita membantu keluarga dalam kategori ini secara rutin, bolehkah dihitung zakat ? Kalau diniatkan sebagai zakat dan dihitung sesuai kadar kewajiban zakat, maka menjadi zakat. Jika tidak diniatkan zakat maka itu menjadi shadaqah.

Jika memang ada keluarga atau kerabat yang mustahiq, maka adalah dianjurkan kita memberikan zakat pada mrk, atau setidaknya ada di antara zakat yang kita keluarkan, yang dialokasikan untuk mereka.

Adapun Shadaqah (yang sunnah), yang tidak terikat dengan persyaratan mustahiq, adalah lebih utama jika diberikan kepada keluarga atau kerabat yang membutuhkan.
Ini sesuai dengan petunjuk Al-Quran (QS. Al-Baqarah : 215). Dan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW memerintahkan Abu Thalhah ketika akan bersedekah dari kebun kurmanya, “Hendaklah kau berikan pada kerabat dekat.” (HR. Bukhari). Bersedekah pd keluarga atau kerabat, di dalamnya ada nilai shadaqah dan memperkuat silaturrahim.

Wallahu a’lam.

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), tanggal 21 Juni 2015, via Group Whatsapp QLC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s