Adab Bercanda

Pertanyaan :
Saya ingin bertanya soal lelucon-lelucon mengenai hilal, puasa, buka puasa, lebaran dan lain-lain yang banyak sekali beredar di medsos. Bagaimana hukumnya bila kita menyebarkan/ikut meneruskan lelucon-lelucon tersebut ? Contoh lelucon yang ada menggambarkan ketidakikhlasan berpuasa, seperti “bedug tinggal beberapa jam lagi, kalau tidak kuat nunggu adzan, adzan saja sendiri”, dan lain-lain. Yang bikin saya prihatin, lelucon-lelucon tersebut beredar di group-group WA/BBM yang pesertanya multi agama.
Kesannya kita tidak/kurang memahami makna puasa yang sebenarnya.

Jawaban :

  • Bercanda itu dibolehkan dalam Islam, namun ada adabnya, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama.
  • Dalam hal candaan yang terkait dengan agama, itu bisa dibedakan menjadi 2 macam;
    1) Candaan yang terkait dengan dasar-dasar dan simbol-simbol agama; ini tidak dibolehkan, misalnya candaan terkait dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, Al-Qur’an, atau dasar-dasar dan simbol-simbol lainnya.
    2) Candaan yang terkait dengan pengamalan seorang muslim terhadap ajaran agamanya. Ini dibedakan lagi menjadi dua;
    (a) jika tidak sampai mengolok-olok ajaran agama, itu dibolehkan.
    (b) jika sampai mengolok-olok ajaran agama, itu tidak dibolehkan.

Wallahu a’lam.

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), tanggal 18 Juni 2015, via Group Whatsapp QLC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s