Batas “Tidak Mampu” Kita Terlalu Rendah

Kita sering sekali mendengar orang mengatakan MASTATHO’TUM (Semampumu) πŸ›πŸ›πŸ›

Maka banyak di antara kita yang mengatakan ‘INI YANG BISA SAYA LAKUKAN’ entah itu di dalam hati atau terlahir dari lisan kita

Dalam Al Qur’an, kata Masthatho’tum terdapat dalam surat At-Taghabun ayat 16 dikorelasikan dengan kata taqwa.

Maksudnya ialah “Maka Bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu (semampunya)”

Mastatho’tum berarti sesuai kesanggupan atau semampunya, atau bisa diartikan bahwa kita diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk berTaqwa berdasarkan kesanggupan kita atau semampunya.

🐌🐌🐌🐌🐌🐌
Namun sering sekali kita membuat standar ‘target’ 🎯 kita begitu lemah

❎ Saya biasanya cuma bisa baca Quran 2 halaman sehari
❎ Saya mampunya cuma ngajar aja
❎ Saya mampunya cuma…..

Kita membuat standar yang menjadi batas diri yang ternyata sudah banyak orang yang melampauinya

πŸŒ΅πŸ„πŸŒ΅πŸ„πŸŒ΅πŸ„πŸŒ΅πŸ„πŸŒ΅πŸ„

β€œJika kau telah berada di jalan Allah, melesatlah dengan kencang. Jika sulit, maka tetaplah berlari meski kecil langkahmu. Bila engkau lelah, berjalanlah menghela lapang. Dan bila semua itu tak mampu kau lakukan, tetaplah maju meski harus merangkak, dan jangan pernah sekalipun berbalik ke belakang.” (Asy Syafi’i)

πŸŒ΅πŸ„πŸŒ΅πŸ„πŸŒ΅πŸ„πŸŒ΅πŸ„πŸŒ΅πŸ„

🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒
Abdullah Al Azzam, seorang syekh teladan. Dihormati lagi disegani, oleh para muridnya.

Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya, “Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum”?
Sang Syekh-pun membawa muridnya ke sebuah lapangan. Meminta semua muridnya berlari sekuat tenaga, mengelilingi lapangan.
Setelah semua muridnya menyerah, dan menepi ke pinggir lapangan.

Sang Syekh-pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan … hingga akhirnya beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.

Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,
β€œSyekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”.
β€œMuridku, inilah yang dinamakan titik mastatho’tum! Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita (bukan, bukan kita yang berhenti)”, jawab Sang Syekh dengan mantab !

Mari berlindung kepada ALLOH dari malas dan lemah azzam.

Mari menjemput limpahan karunia rahmatNYA dengan MASTATHO’TUM !!!

πŸ›πŸ›πŸ›πŸ›πŸ›πŸ›πŸ›πŸ›πŸ›πŸ›

“Semoga menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan yang membacanya..”

 

*Sumber : dari sebaran via WA

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s