Fidyah

Pertanyaan :
Kalau orangtua sakit-sakitan dan sudah tidak mampu berpuasa, untuk membayarnya dengan Fidyah bagaimana hitungannya kalau dengan uang dan kepada siapa diberikan ?

Jawaban :
Orangtua yang sakit-sakitan dan tidak mampu menunaikan puasa, baginya mendapat dispensasi untuk tidak puasa, namun diganti dengan membayar Fidyah, dengan memberi makan faqir miskin (QS. Al-Baqarah : 184).

Mengenai ukuran Fidyah, ada beberapa versi yang dikemukakan para ulama berdasarkan riwayat-riwayat hadits yang ada. Dalam hal ini, menurut pendapat yang terpilih cara menunaikan Fidyah tersebut adalah dengan beberapa alternatif sebagai berikut :

  1. Memberi makanan pokok 1,5 kg per orang miskin per hari, sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
  2. Memberikan makanan siap saji per orang miskin per hari (sesuai kebiasaan makannya, misalnya 3x sehari), sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
  3. Makanan Fidyah tersebut dapat diganti dengan nilai uang. Misalnya berapa harga bahan makanan pokoknya, atau harga makanan siap sajinya sehari, lalu dibayarkan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Fidyah dapat diberikan kepada 1 orang miskin saja, atau beberapa orang miskin. Yang penting, satu kadar Fidyah diberikan pada satu orang miskin.
Wallahu a’lam.

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), 22 Juni 2015, via Group Whatsapp QLC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s