Meninggal di Bulan Ramadhan

Pertanyaan :
Apakah orang yang meninggal pada bulan Ramadhan mendapat keistimewaan ?

Jawaban :
Yang ada penjelasan keistimewaannya adalah orang yang wafat dalam keadaan berpuasa, bukan terkait dengan waktu Ramadhannya.

Dan secara umum, dalam penjelasan Al-Qur’an dan hadits, sebab seseorang masuk syurga adalah IMAN DAN AMAL SHALIH.

Di dalam hadits, antara lain dijelaskan :

مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ (رواه أحمد 22813)

“Siapa yang MENGUCAPKAN LA ILAAHA ILLALLAH dengan hanya mengharap ridha Allah (ikhlash) lalu wafat dalam keadaan seperti itu maka dia masuk syurga. Siapa yang BERPUASA SUATU HARI dengan hanya mengharap ridha Allah, lalu wafat dalam keadaan seperti itu maka dia masuk syurga. Siapa yang BERSEDEKAH DENGAN SUATU SEDEKAH hanya mengharap ridha Allah, lalu wafat dalam keadaan seperti itu maka dia masuk syurga. (HR. Ahmad, di-hasan-kan oleh Al-Haitsami, dan di-shahih-kan oleh Al-Albani)

Dari hadits tersebut kita fahami bahwa yang menjadi sebab seseorang bisa masuk syurga adalah amal shalih yang didasarkan atas iman kepada Allah SWT.

Dalam banyak ayat dan hadits yang lain, jelaslah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menentukan iman dan amal shalih sebagai sebab seseorang masuk syurga. Jadi tidak terkait dengan waktu atau tempat tertentu. Namun Allah juga menentukan, ada waktu-waktu atau tempat-tempat tertentu yang istimewa, yang kita dianjurkan memperbanyak amal shalih di dalamnya. Misalnya, waktu hari/malam Jum’at, bulan Ramadhan, dan tempat-tempat di tanah suci. Maka jika seorang mu’min ditakdirkan Allah wafat pada waktu-waktu atau tempat-tempat istimewa tersebut, adalah lebih dimungkinkan ia wafat dalam keadaan amal shalih.

Jadi tetap point yang menentukan bukan pada waktu atau tempatnya, tapi pada amal shalihnya.

Wallahu a’lam.

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), tanggal 11 Juli 2015, via Group Whatsapp QLC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s