Walimah Haji

Pertanyaan :
Surah apa yang dibaca untuk Walimah Haji ?

Jawaban :
Walimah Haji” atau “Walimah as-Safar Lil Hajjj” (walimah dalam rangka persiapan keberangkatan haji), maksudnya adalah : majlis/pengajian yang diadakan untuk tasyakkur dan berdo’a agar orang yang akan pergi haji diberikan kemudahan dalam segala urusannya, keselamatan pergi-pulang, dan memperoleh haji yang mabrur.

Maka dalam konteks ini, yang penting majlis/pengajiannya diisi dengan yang sesuai niat dan tujuan tersebut. Intinya: Tasyakkur dan Berdo’a.

Termasuk anjuran dalam berdo’a, kita mendahulukannya atau merangkainya dengan amal baik dan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, zikir, dan shadaqah.

Mengenai surah yang dibaca, tidak ada ketentuan surah tertentu. Namun, sesuai konteksnya, baik dibaca dalam Walimah Safar Haji ini hendaknya disesuaikan dengan kemudahan jamaah dalam mengikutinya, serta waktu yang tersedia. Di antara yang disarankan untuk dibaca :

  1. Surah-surah/ayat pilihan, seperti Yasin, Al-Mulk, Al-Kahfi, dan sebagainya (para ulama ada yang menyebut dengan istilah surah-surah “Al-Munjiyat”, yakni; yang disebutkan hadits-hadits sebagai sebab datangnya rahmat dan keselamatan dari Allah SWT). Juga Ayat Al-Kursi, dua ayat akhir surah Al-Baqarah, Al-Ikhlash dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq & An-Nas).
  2. Zikir-zikir dan do’a ma’tsurat (ma’tsurat maksudnya zikir yang mempunyai dasar dalam hadits-hadits Rasulullah SAW). Termasuk di sini; do’a-do’a safar.
  3. Untuk tadabbur, bisa melalui taushiyah; ayat-ayat dan hadits-hadits tentang ibadah Haji.

Note:
Sebagian kaum muslimin, ada yang membaca “Ratib Al-Haddad“, (kumpulan zikir dan do’a ma’tsurat) dalam Walimah Safar dimaksud, sehingga populer di masyarakat Betawi istilah “Ratiban” untuk yang akan pergi haji. Itu dikarenakan dalam Ratib tersebut telah terhimpun bacaan Al-Qur’an, zikir dan do’a yang dimaksudkan sesuai tujuan walimah tersebut. Selain itu, dapat diikuti dengan mudah oleh jamaah. Meskipun sebenarnya istilah “Ratib” itu maksudnya adalah kumpulan zikir dan do’a yang diamalkan secara rutin sehari-hari.

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), tanggal 14 Agustus 2015, via Group Whatsapp QLC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s