Waqaf Harta

Pertanyaan :
Apakah boleh mewaqafkan seluruh harta ?

Jawaban :
Di sini ada dua kemungkinan kondisinya :

  1. Kalau ia mewaqafkannya semasa hidup dan dalam keadaan sehat, boleh, dengan syarat ia tidak lagi punya kewajiban menafkahi ahli waris atau orang yang berada dalam kewajibannya, termasuk orangtuanya jika tidak mampu. Jika masih ada tanggung jawab menafkahi/membiayai, maka tidak boleh. Sebab kewajiban tetap harus ditunaikan, tidak boleh dikesampingkan dengan yang sunnah.
  2. Kalau ia berniat mewaqafkan dalam konteks wasiat (maksudnya ingin diwaqafkan semua jika telah wafat), maka batasnya adalah 1/3 harta (sama dengan hukum wasiat), sebab ada hak ahli waris di dalam hartanya. Jikapun ia berwasiat mewaqaf-kan semua, maka pelaksanaan waqaf-nya harus dengan persetujuan ahli waris. Menurut sebagian ulama, keadaan sakit juga termasuk dalam kondisi yang kedua ini.

Wallahu a’lam.

 

Pertanyaan :
Mana yang lebih utama, membangun masjid atau pesantren ?

Jawaban :
Kedua-duanya bagus, namun jika harus salah satu, maka yang lebih utama adalah “yang mana yang lebih dibutuhkan kaum muslimin di tempat ia akan mewaqafkan”.

Wallahu a’lam.
************
Umar bin Khatthab RA pernah “mengaku kalah” dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, karena Abu Bakar mewaqaf-kan seluruh hartanya, sedangkan ia hanya separuh hartanya. Dalam sebuah riwayat disebutkan :

روي عن عمر رضي الله عنه قال: أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نتصدق، فوافق ذلك مالاً فقلت : اليوم أسبق أبا بكر إن سبقته يوما. قال: فجئت بنصف مالي، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما أبقيت لأهلك ؟ قلت: مثله، وأتى أبو بكر بكل ما عنده فقال: يا أبا بكر ما أبقيت لأهلك؟ فقال: أبقيت لهم الله ورسوله ! قال عمر قلت: والله لا أسبقه إلى شيء أبدا

“Diriwayatkan oleh Umar bin Khatthab RA, dia berkata: Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk bershadaqah, maka kami pun melaksanakannya. Dia (Umar) berkata lagi: ‘Semoga hari ini aku bisa mengalahkan Abu Bakar’. Aku pun membawa setengah dari seluruh hartaku. Rasulullah SAW bertanya: ‘Wahai Umar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Kujawab: ‘Sama seperti ini’. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah SAW lalu bertanya: ‘Wahai Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk keluargamu?’. Abu Bakar menjawab: ‘Ku tinggalkan bagi mereka, Allah dan Rasul-Nya’. Umar berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selamanya’” (HR. Tirmidzi)

 

*Dijelaskan oleh Ustadz Dr. Umar Al Haddad, MA (Qur’an Learning Centre), tanggal 19 Maret 2016 via Group Whatsapp QLC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s