Bahaya Kesyirikan

Silsilah Ilmiyyah 1: Belajar Tauhid
Halaqah ke 3

 

Tauhid adalah amalan yang paling Allah cintai. Sebaliknya syirik yaitu menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala didalam beribadah adalah amalan yang sangat Allah murkai.

Allah SWT memang Maha Pengampun, akan tetapi bila seseorang meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik besar kepada Allah SWT, maka Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik tersebut. Orang tersebut akan kekal di dalam neraka selama-lamanya dan tidak ada harapan baginya untuk masuk ke dalam surganya Allah SWT. Sungguh ini adalah sebuah kerugian yang tidak ada kerugian yang lebih besar daripada kerugian ini.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللهَ لَايَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُمَادُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Verily, Allah forgives not that partners should be set up with Him (in worship), but He forgives except that (anything else) to whom He wills.”

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan masih mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendaki” (QS. An-Nisaa’ [4]: 48).
Allah SWT juga berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ  وَمَالِلظَّا لِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Verily, whosoever sets up partners (in worship) with Allah, then Allah has forbidden Paradise to him, and the Fire will be his abode. And for the Zalimun (polytheists and wrong-doers) there are no helpers.

Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan baginya surga, dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang zhalim” (QS. Al Maaidah [5]: 72).
Oleh karena itu hati-hatilah dengan dosa yang satu ini, terkadang seseorang terjerumus ke dalam dosa ini sedangkan dia tidak menyadarinya. Bentengilah dirimu dengan perisai ilmu yaitu ilmu agama, belajarlah dan berdoalah kepada Allah.

Berdoalah kepada Allah dengan sejujur-jujurnya. Semoga Allah SWT melindungi kita dan juga keluarga kita dari perbuatan syirik ini.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Rabu 11 Sya’ban 1437 H/18 Mei 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s