Termasuk Syirik Besar Berdoa Kepada Selain Allah

Silsilah Ilmiyyah 1 : Belajar Tauhid
Halaqah ke 12

 

Berdoa kepada Allah adalah seseorang menghadap Allah dengan maksud supaya Allah SWT mewujudkan keinginannya, baik dengan meminta atau dengan merendahkan diri, mengharap dan takut kepada Allah SWT.

Berdoa dengan makna di atas adalah ibadah.

Berkata An-Nukman ibnu Basyidin ra :
“Aku mendengar Nabi SAW bersabda : “doa adalah ibadah”, kemudian beliau SAW membaca ayat :
“Dan Rabb kalian berkata : “Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan kalian. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah kepada-Ku mereka akan masuk ke dalam neraka jahannam dalam keadaan terhina” (Hadits riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i serta Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaik Albany Rahimahullah).

Dan makna beribadah kepada-Ku adalah berdoa kepada-Ku. Apabila doa adalah ibadah yang merupakan hak Allah SWT semata maka berdoa kepada selain Allah dengan merendahkan diri dihadapannya, mengharap dan juga takut kepadanya sebagaimana ketika dia mengharap dan takut kepada Allah adalah termasuk syirik besar dan termasuk jenis doa adalah :

  1. Istighotsah, yaitu meminta dilepaskan dari kesusahan.
  2. Isti’adzah, yaitu meminta perlindungan.
  3. Isti’anah, yaitu meminta pertolongan.

Apabila didalamnya ada perendahan diri, pengharapan dan takut maka ini adalah ibadah. Hanya diserahkan kepada Allah SWT semata.

Dan perlu kita ketahui bahwasanya boleh seseorang ber-istighotsah, ber-isti’adzah, ber-isti’anah kepada seorang mahluk dengan 4 syarat :
Mahluk tersebut masih hidup.
Dia berada di depan kita, atau bisa mendengar ucapan kita.
Dia mampu sebagai mahluk untuk melakukannya.
Tidak boleh seseorang bertawakkal kepada sebab tersebut akan tetapi bertawakkal kepada Allah SWT yang menciptakan sebab.

Orang yang ber-istighotsah, ber-isti’adzah dan ber-isti’anah kepada orang yang sudah mati atau kepada orang yang masih hidup akan tetapi tidak berada di depan kita atau tidak mendengar ucapan kita atau meminta mahluk perkara yang tidak mungkin melakukannya kecuali Allah, maka ini termasuk syirik besar.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Selasa 24 Sya’ban 1437 H/31 Mei 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s