Mengenal Inti Dakwah Rasulullah SAW

Silsilah Ilmiyyah 3: Mengenal Rasulullah SAW
Halaqah ke 6

 

Inti dakwah Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah sama dengan inti dakwah nabi-nabi sebelum Beliau SAW, yaitu:

mengajak manusia untuk meng-Esa-kan Allah di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang Rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku, maka hendaklah kalian menyembah-Ku.”

(QS Al Anbiya: 25)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman tentang Nabi Nūh, Rasul yang pertama:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

“Sungguh Kami telah mengutus Nūh kepada kaumnya maka dia berkata, ‘Wahai kaumku sembahlah Allāh, kalian tidak memiliki sesembahan selain Dia’.”

(QS Al A’rāf: 59)

Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh Nabi-nabi setelah Beliau.

⇒ Lihat Surat Al Araf: 65, 73 & 85.

Demikian pula Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, selama 10 tahun pertama, Beliau berdakwah pada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan.

Kemudian turunlah kewajiban shalat 5 waktu pada tahun ke-10 kenabian dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah.

Ketika manusia sudah memiliki aqidah yang kuat (tauhid yang benar), seperti puasa Ramadhān, zakat, haji, adzan dan lain-lain.

Yang demikian karena amal ibadah tidak diterima oleh Allāh kecuali bila dalam diri seseorang ada tauhid.

Oleh karena itu, wasiat Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam kepada Mu’ādz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah:

“Hendaknya engkau mengajak kepada syahādat “لا إله إلا الله” dan syahādat “محمد رسول الله” .

(HR Bukhāri dan Muslim)

Dan sampai akhir hayat Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam, Beliau berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan.

Lima hari sebelum Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam meninggal dunia, Beliau mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid.

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam melarang menjadikan kuburan sebagai masjid.

(HR Muslim)

Yang demikian karena membangun masjid di atas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan.

Semua ini menunjukkan bahwasanya inti dakwah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah TAUHID.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Senin 24 Dzulhijjah 1437 H/26 September 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s