Menjalankan Perintah Allah Bekal Menuju Akhirat

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 3

 

Perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla apabila dijalankan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam maka akan menjadi hasanah (pahala) dan bekal menuju akhirat bagi seorang hamba.

Perintah yang paling dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah apa yang Allāh wajibkan.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata:

ﻭَﻣَﺎ ﺗَﻘَﺮَّﺏَ ﺇِﻟَﻰَّ ﻋَﺒْﺪِﻯ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻰَّ ﻣِﻤَّﺎ ﺍﻓْﺘَﺮَﺿْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

“Dan tidaklah hambaKu bertaqarrub kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada apa yang sudah Aku wajibkan atasnya.”

(HR Bukhāri)

Oleh karena itu seorang Muslim hendaknya memperhatikan kewajiban-kewajiban yang telah Allāh wajibkan atasnya dan melaksanakan kewajiban tersebut dengan sebaik-baiknya.

■ Kewajiban di sini ada yang berkaitan dengan hak Allāh, seperti:

• Tauhid
• Shalat 5 waktu
• Puasa Ramadhān
• Haji bagi yang wajib
• Dan lain-lain.

■ Dan juga ada yang berkaitan dengan hak makhluq, seperti:

• Menafkahi orang yang menjadi tanggungan
• Berbakti kepada kedua orang tua
• Dan lain-lain.

Kemudian, apabila seorang hamba memiliki waktu dan kemampuan maka hendaknya dia menambah bekal dengan berbagai amal shalih yang mustahab (disunnahkan), seperti:

• Shalat-shalat sunnah
• Puasa-puasa sunnah
• Shadaqah sunnah
• Membaca Al Qurān
• Dan lain-lain.

⇒Memilih di antara amalan tersebut yang bisa dia kerjakan dengan baik dan bisa dilakukan secara terus menerus.

◆ Di antara amalan yang besar pahalanya adalah:

• Menuntut ilmu agama
• Dzikrullāh
• Berjihad di jalan Allāh Subhānahu wa Ta’āla
• Akhlaq yang baik
• Berdakwah di jalan Allāh
• Dan lain-lain.

◆ Orang yang sibuk dengan sesuatu yang menjadi kewajibannya sehingga tidak bisa mengerjakan sesuatu yang mustahab (sunnah) maka dia mendapatkan udzur.

◆ Adapun orang yang sibuk dengan sesuatu yang mustahab kemudian dia lalai dengan kewajiban dia maka orang tersebut adalah orang yang tertipu.

Mintalah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla pertolongan di dalam beramal dan mintalah kepadaNya supaya amalan tersebut diterima.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memasukkan kita ke dalam surgaNya dengan sebab amal kita yang sedikit dan penuh dengan kekurangan ini.

Dan rahmat serta kasih sayang Allāh Subhānahu wa Ta’āla lebih kita harapkan dari pada amalan kita.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Rabu 16 Shafar 1438 H/16 November 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s