Penghapus Dosa

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 6

 

Setiap anak Adam pasti memiliki dosa.

Oleh karena itu seorang Muslim hendaknya mengetahui perkara-perkara yang bisa menghapus dosa tersebut supaya dia keluar dari dunia ini dalam keadaan sebersih mungkin dari dosa.

Empat perkara yang apabila diamalkan bisa menghapus dosa seseorang:

■ Perkara Pertama | Taubat yang nashūha

Allāh berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺗُﻮﺑُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻮْﺑَﺔً ﻧَﺼُﻮﺣًﺎ ﻋَﺴَﻰٰ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﺃَﻥْ ﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﻋَﻨْﻜُﻢْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻜُﻢْ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allāh dengan taubat yang nashūha, semoga Rabb kalian menghapus dosa-dosa kalian.”

(QS At Tahrim: 8)

◆ Taubat yang nashūha adalah taubat yang terpenuhi 3 syarat:

⑴ Penyesalan yang mendalam.

⑵ Meninggalkan kemaksiatan tersebut.

⑶ Bertekad kuat untuk tidak melakukan di masa yang akan datang

⇒ Apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak oranglain maka hendaklah segera menunaikan hak tersebut dan segera minta dihalalkan.

⇒ Apabila berupa harta, maka segera dikembalikan hartanya.

⇒ Apabila berupa kehormatan maka hendaknya segera meminta maaf.

■ Perkara Kedua | Memperbanyak memohon maghfiroh dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

⇒ Dan makna memohon maghfirah:

• ⑴ Memohon supaya ditutupi dosanya dari manusia

• ⑵ Memohon supaya dosa-dosa tersebut dihapus oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla sehingga tidak diadzab dengan dosa yang sudah dilakukan.

Rasūlullāh Shalallāhu ‘alayihi wa sallam bersabda:

ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧِّﻰ ﻷَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦْ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﻣَﺮَّﺓً

“Demi Allah, aku beristighfar kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan bertaubat kepadaNya di dalam sehari lebih dari 70 kali”.

(HR Bukhāri)

■ Perkara Ketiga |. Beramal shalih.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ﻳُﺬْﻫِﺒْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ ۚ

“Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu akan menghilangkan kejelekan-kejelekan.”

(QS Hūd: 114)

■ Perkara Keempat | Bersabar ketika tertimpa musibah
Rasūlullāh Shalallāhu ‘alayihi wa sallam bersabda:

َ ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻣُﺼِﻴﺒَﺔٍ تُصِيْبُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢُ ﺇِﻟَّﺎ ﻛُﻔِّﺮَ ﺑِﻬَﺎ ﻋَﻨْﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺍﻟﺸَّﻮْﻛَﺔِ ﻳُﺸَﺎﻛُﻬَﺎ

“Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa seseorang muslim kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menghapus dengan musibah tersebut dosanya sampai apabila dia terkena duri”.

(HR Bukhāri dan Muslim)

Oleh karena itu, janganlah seorang muslim berputus asa bagaimanapun besar dosa yang dia lakukan.

Perbaikilah amal di sisa umur yang ada.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla, Al Ghafūrur Rahīm, mengampuni dan menutupi dosa-dosa kita yang telah lalu.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Senin 21 Shafar 1438 H/21 November 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s