Dajjal (1)

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 15

 

Dajjāl yang secara bahasa artinya adalah pendusta besar, merupakan seorang manusia keturunan Nabi Ādam ‘alayhissalām, yang di akhir zaman, Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menjadikan dia sebagai fitnah terbesar dalam sejarah manusia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

“Tidak ada fitnah antara penciptaan Ādam sampai hari kiamat yang lebih besar daripada fitnah Dajjāl.”

(HR Muslim)

Sebelum keluarnya Dajjāl, bumi dalam keadaan kemarau yang sangat panjang, manusia sangat membutuhkan air dan juga makanan.

◆ Dajjāl muncul dan mengaku sebagai Tuhan Rabbul ‘ālamin.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan dia kemampuan untuk bergerak cepat, menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman, dia membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka.

Sehingga orang-orang yang tidak mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla seperti orang-orang musyrik, kafir dan munafik mereka pun mengikuti Dajjal, di antaranya adalah 70.000 orang Yahudi Ashbahan*.

(HR Muslim)

*Ashbahan adalah nama sebuah daerah.

Sampai ada seseorang yang awalnya menyangka dirinya beriman setelah melihat perkara yang luar biasa pada diri Dajjāl akhirnya dia mengikuti Dajjāl tersebut.

(Hadits shahih Riwayat Abū Dāwūd)

◆ Setiap Nabi telah mengingatkan umatnya fitnah Dajjāl ini, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ

“Sesungguhnya aku akan memperingatkan kalian tentang Dajjāl dan tidaklah seorang Nabi kecuali dia telah memperingatkan kaumnya dari Dajjāl demikian pula Nūh ‘alayhissalām.”

(HR Bukhāri)

◆ Dajjāl sekarang ada di sebuah pulau.

Tamīm Ad Dāri, seorang shahābat Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam saat masih beragama Nashrani dia beberapa orang temannya pernah terdampar di pulau tersebut.

Mereka melihat Dajjāl dalam keadaan terikat kuat bahkan sempat terjadi dialog antara mereka dengan Dajjāl .

Kemudian Tamīm mengabarkan pertemuan dan dialog ini kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam setelah masuk Islam dan dibenarkan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

(Hadits ini shahih diriwayatkan oleh Imām Muslim)

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Jumat 2 Rabi’ul Awwal 1438 H/2 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s