Fitnah Kubur

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 8

 

Diantara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya fitnah kubur.

Fitnah secara bahasa artinya adalah ujian.

Fitnah kubur adalah 3 pertanyaan yang akan diajukan oleh malaikat Munkar dan Nakīr kepada mayyit, baik seorang mukmin, kafir maupun orang munafik.

Ditanya tentang:

⑴ Siapa Rabbnya?

⑵ Siapa nabinya?

⑶ Apa agamanya?

Suatu hari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah menguburkan mayat bersama para shahābat, kemudian Beliau berkata kepada mereka:

اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

“Hendaklah kalian memohon ampun untuk saudara kalian dan mintalah untuknya ketetapan hati karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya”.

(Hadits shahih, riwayat Abū Dāwūd)

Yang akan menjawab pertanyaan dengan baik adalah orang yang Allāh tetapkan hatinya, yang dia dahulu di dunia mengenal Allāh, mengenal RasulNya dan juga mengenal agama Islam.

Kewajiban seorang Muslim adalah bersungguh-sungguh mempersiapkan jawaban yang benar untuk menghadapi ujian yang soal-soalnya sudah dibocorkan ini.

Dan penjelasan tentang mengenal Allāh, Rasūlullāh dan agama Islam telah kita sebutkan di dalam Silsilah ‘Ilmiyyah 2, 3 dan juga 4.

Ada beberapa orang yang mereka kelak tidak akan menghadapi fitnah kubur, diantaranya adalah:

• ⑴ Para syuhada

Yaitu orang-orang yang meninggal di dalam peperangan di jalan Allāh Subhānahu wa Ta’āla

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasūlullāh Shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا بَالُ الْمُؤْمِنِينَ يُفْتَنُونَ فِي قُبُورِهِمْ إِلَّا الشَّهِيدَ قَالَ كَفَى بِبَارِقَةِ السُّيُوفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً

“Ya Rasūlullāh, mengapa orang-orang yang beriman diuji di dalam kuburan mereka kecuali orang-orang yang syahid?”.

Maka Rasūlullāh Shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjawab :

كَفَى بِبَارِقَةِ السُّيُوفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً

“Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai ujian”.

(Hadist shahih riwayat An Nasāi)

Diantara mereka adalah;

• ⑵ Orang yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at.

Rasūlullāh Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله فتنة القبر

“Tidaklah seorang Muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menjaganya dari fitnah kubur.”

(Hadist Hasan Riwayat Tirmidzi)

Kita memohon kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menetapkan hati kita dan orang-orang yang kita cintai di dalam menghadapi fitnah kubur ini.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Rabu 23 Shafar 1438 H/23 November 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s