Turunnya Nabi ‘Isa (2)

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 19

 

Setelah Ya’jūj dan juga Ma’jūj binasa, jadilah Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām seorang pemimpin yang adil yang menegakkan syari’at Islam.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضُ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, hampir-hampir turun ‘Īsā Bin Maryam diantara kalian sebagai seorang penguasa yang adil. Maka dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menggugurkan atau membatalkan hukum jizyah, harta benda melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun menerima shadaqah, sehingga sujud sekali saat itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

(HR Bukhāri dan Muslim)

Beliau turun-‘Alayhissalām-beriman kepada Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, mengikuti syariat beliau dan bukan untuk menghapus syariat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Manusia saat itu dalam keadaan aman, tenteram dan damai.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya kehidupan saat itu adalah kehidupan yang sangat indah.

Langit diizinkan untuk menurunkan hujan, bumi diizinkan untuk mengeluarkan tanaman.

Bahkan seandainya ada sebuah biji yang jatuh di atas batu yang keras niscaya dia akan tumbuh.

Tidak ada saling bakhil, tidak ada saling hasad, dan tidak ada saling benci.

Sampai seandainya ada seseorang yang melewati seekor singa niscaya singa tersebut tidak akan mengganggunya.

Dan seandainya ada orang yang menginjak seekor ular niscaya ular tersebut tidak akan mengganggunya.

(Hadits shahīh, diriwayatkan oleh Ad-Dailami)

Di dalam Shahīh Muslim disebutkan bahwasanya beliau ‘Alayhissalām akan melakukan haji dan umrah.

Dan di dalam hadits yang lain disebutkan bahwasanya beliau akan tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian meninggal dan dishalatkan oleh orang Islam.

(Hadits ini shahīh, diriwayatkan oleh Abu Dāwūd).

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Kamis 8 Rabi’ul Awwal 1438 H/8 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s