Keadaan Islam Setelah Meninggalnya Nabi Isa Dan Munculnya Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat Yang Lain

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 22

 

Setelah jaya di zaman Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām, melemahlah Islam kembali sedikit demi sedikit dan akan diangkat Al Qurān.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:

“Islam akan hilang sedikit demi sedikit seperti hilangnya lukisan pada pakaian, sehingga tidak diketahui apa itu puasa, shalāt, menyembelih, dan juga shadaqah.

Akan pergi Al Qurān dalam satu malam sehingga tidak tersisa satu ayat pun.
Dan akan ada beberapa kelompok manusia laki-laki tua dan wanita tua mereka mengatakan:

‘Kami mendapatkan nenek moyang kami dahulu diatas kalimat “Lā ilāha illallāh”.’
Maka kamipun mengatakannya.”
(Hadits shahīh riwayat Ibnu Mājah).

“Akan datang masa dimana banyak perzinaan dilakukan secara terang-terangan dipingir jalan.” (HR. Muslim)

“Tidak ada Haji ke Baitullāh.” (HR. Bukhāri)

Dan,

“Ka’bah akan dihancurkan oleh sebagian orang.” (HR. Muslim)

Manusia akan kembali ke zaman jahiliyyah, bahkan lebih parah.
Akan kembali tersebar penyembahan terhadap berhala dan merekalah orang-orang yang akan menyaksikan dahsyatnya hari kiamat.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ عَلَى شِرَارِ الْخَلْقِ هُمْ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ الْجَاهِلِيَة

“Tidak akan bangkit hari kiamat kecuali atas orang-orang yang paling jelek yang mereka lebih jelek dari pada orang-orang yang hidup di zaman jahiliyyah”.
(HR Muslim)

Urutan tanda-tanda besar Hari Kiamat sampai meningalnya Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām jelas di dalam hadits-hadits yang shahīh.

Demikian pula tanda terakhir yaitu keluarnya api yang menggiring manusia ke mahsyar (tempat pengumpulan).

Adapun 6 tanda yang lain;
⑴ Terbitnya matahari dari barat
⑵ Keluarnya hewan melata dari bumi
⑶ Keluarnya asap.

Tiga khasf, yaitu tenggelamnya sebagian tanah:
⑷ Di barat
⑸ Di timur
⑹ Dan di Jazirah Arab

Maka Allāhu A’lam tentang urutan yang benar bagi 6 tanda ini, hanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan bahwasanya:

“Antara terbitnya matahari dari barat dan keluarnya seekor hewan melata dari bumi ini jaraknya sangat dekat. Apabila salah satu dari keduanya muncul maka yang lain akan segera muncul.”
(HR Muslim)

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Selasa 20 Rabi’ul Awwal 1438 H/20 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s