Ya’juj Dan Ma’juj (1)

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 20

 

Ya’jūj dan Ma’jūj adalah nama dua umat manusia keturunan Nabi Ādam ‘alayhissalām.

Mereka sudah ada di zaman Dzulqarnain dan membuat kerusakan di permukaan bumi. Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan rahmat-Nya telah melindungi manusia dari mereka.

Dzulqarnain telah membuat dinding raksasa dari besi dan tembaga untuk mencegah mereka keluar sampai waktu yang ditentukan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Di dalam hadist yang shahīh yang diriwayatkan oleh Ibnu Mājah rahimahullāh:

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan bahwasanya Ya’jūj dan Ma’jūj menggali setiap hari dan berusaha untuk keluar.

Ketika hampir mereka melihat sinar matahari maka sebagian mereka mengatakan:
“Kembalilah kalian, besok kita akan menggali kembali.”
Dan mereka tidak mengatakan “in syā Allāh”.

Maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengembalikan galian mereka seperti sedia kala seakan-akan belum mereka gali.

Demikian setiap hari sampai ketika sudah waktunya mereka keluar.

Sebagian mereka mengatakan setelah selesai menggali:
“Kembalilah kalian, besok in syā Allāh kita akan mengali lagi.”

Maka pada esok harinya mereka mendapatkan galian mereka dan akhirnya merekapun bisa keluar.

Suatu hari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah mengabarkan bahwa di zaman Beliau, dinding tersebut telah terbuka sedikit seperti lingkaran yang dibentuk ibu jari dengan jari telunjuk.
(HR. Bukhāri)

Kalau sudah mendekat hari kiamat maka dinding tersebut akan hancur dan mereka pun akan keluar.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا (٩٨) وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ ۖ (٩٩)

(Dzulqarnain berkata) : “Apabila datang janji Rabbku maka Rabbku akan menghancur leburkan dinding tersebut.” Maka kami akan biarkan mereka pada hari itu bercampur antara satu dengan yang lain.
(QS. Al-Kahfi 98-99)

Dan mereka akan dengan cepat keluar sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla :

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

“Hingga apabila dibuka Ya’jūj dan Ma’jūj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi”.
(QS. Al-Anbiyā 96)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menjadikan keluarnya Ya’jūj dan Ma’jūj sebagai salah satu tanda-tanda besar dekatnya Hari Kiamat.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Jumat 9 Rabi’ul Awwal 1438 H/9 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Turunnya Nabi ‘Isa (2)

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 19

 

Setelah Ya’jūj dan juga Ma’jūj binasa, jadilah Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām seorang pemimpin yang adil yang menegakkan syari’at Islam.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضُ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, hampir-hampir turun ‘Īsā Bin Maryam diantara kalian sebagai seorang penguasa yang adil. Maka dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menggugurkan atau membatalkan hukum jizyah, harta benda melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun menerima shadaqah, sehingga sujud sekali saat itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

(HR Bukhāri dan Muslim)

Beliau turun-‘Alayhissalām-beriman kepada Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, mengikuti syariat beliau dan bukan untuk menghapus syariat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Manusia saat itu dalam keadaan aman, tenteram dan damai.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya kehidupan saat itu adalah kehidupan yang sangat indah.

Langit diizinkan untuk menurunkan hujan, bumi diizinkan untuk mengeluarkan tanaman.

Bahkan seandainya ada sebuah biji yang jatuh di atas batu yang keras niscaya dia akan tumbuh.

Tidak ada saling bakhil, tidak ada saling hasad, dan tidak ada saling benci.

Sampai seandainya ada seseorang yang melewati seekor singa niscaya singa tersebut tidak akan mengganggunya.

Dan seandainya ada orang yang menginjak seekor ular niscaya ular tersebut tidak akan mengganggunya.

(Hadits shahīh, diriwayatkan oleh Ad-Dailami)

Di dalam Shahīh Muslim disebutkan bahwasanya beliau ‘Alayhissalām akan melakukan haji dan umrah.

Dan di dalam hadits yang lain disebutkan bahwasanya beliau akan tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian meninggal dan dishalatkan oleh orang Islam.

(Hadits ini shahīh, diriwayatkan oleh Abu Dāwūd).

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Kamis 8 Rabi’ul Awwal 1438 H/8 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Turunnya Nabi ‘Isa (1)

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 18

 

Ketika orang-orang Yahudi berusaha membuat makar untuk membunuh Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām, Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyelamatkan beliau dengan mengangkat beliau ke atas kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Turunnya beliau ‘Alayhissalām ke bumi, Allāh jadikan sebagai salah satu tanda besar dekatnya Hari Kiamat.

Allah berfirman :

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ….

“Dan sesunguhnya itu adalah tanda dekatnya hari kiamat.”

(QS.Az-Zukhrūf 61).

Berkata ‘Abdullāh Ibnu ‘Abbās radhiyallāhu ‘anhumā: Maksud dari hal itu adalah turunya Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām

(Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Tafsirnya)

Beliau turun saat kaum Muslimin sedang di masa genting menghadapi dasyatnya fitnah Dajjāl. Turun di waktu Shubuh dan shalat dibelakang Imam Mahdi, imam kaum Muslimin saat itu.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ

“Bagaimana kalian jika turun Ibnu Maryam di tengah-tengah kalian dan imam kalian saat itu adalah dari kalian?”

(HR. Bukhāri dan Muslim)

Hal yang pertama kali beliau lakukan adalah membunuh Dajjāl yang sedang mengepung sebagian kaum Muslimin di Baitul Maqdis.

Beliau membunuh dengan tombak kecil beliau setelah Dajjāl hampir melarut habis seperti melarutnya garam karena melihat Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām.

Kemudian umat Islam pun memerangi orang-orang yang bersama Dajjāl, diantaranya adalah orang-orang Yahudi sampai batu dan juga pohon-pohonan membantu umat Islam memerangi orang-orang Yahudi.
Setiap ada orang Yahudi yang berusaha untuk bersembunyi dibelakang batu atau pohon, maka berkatalah batu atau pohon tersebut: “Wahai Muslim ini, ini Yahudi bersembunyi di belakangku maka bunuhlah dia, kecuali pohon Gharqad.”

(Hadīts shahīh, HR.Muslim)

Setelah itu keluarlah Ya’jūj dan juga Ma’jūj yang membuat kerusakan besar di muka bumi.

Maka Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām dan juga kaum Muslimin berdoa kepada Allāh supaya Allāh Subhānahu wa Ta’āla membinasakan mereka.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Rabu 7 Rabi’ul Awwal 1438 H/7 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Dajjal (3)

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 17

 

Seorang Muslim hendaknya mencari jalan keselamatan dari fitnah Dajjāl, diantaranya:

⑴ Berusaha mengenal Allāh dengan nama-nama dan sifat-sifatNya.

Karena orang yang mengikuti Dajjāl adalah orang-orang yang tidak mengenal Allāh Subhānahu Ta’āla.

⑵ Menta’ati Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Karena Dajjāl ketika dikabarkan oleh Tamīm Ad-Dāri radhiyallāhu ‘anhu dan juga kawan-kawannya bahwasanya Muhammad telah muncul dan menang dan menjadi orang yang ditaati, maka Dajjāl mengatakan yang artinya:

“Ketahuilah bahwasanya menta’ati dia (yaitu Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam) adalah lebih baik bagi mereka.”

(HR Muslim)

⑶ Memperbanyak membaca do’a ketetapan hati.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

(HR Tirmidzi & Ahmad)

⑷ Membaca do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebelum salam.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

(HR Muslim no. 588)

Sebagian pendahulu kita dahulu menyuruh anaknya untuk mengulang shalat lagi apabila tidak membaca do’a ini ketika shalat.

⑸ Berusaha menjauh dari Dajjāl apabila mendengar tentang kedatangannya.

Karena Dajjāl memiliki syubhat (kerancuan) yang bisa menggoyahkan iman seseorang.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang mendengar tentang Dajjāl maka hendaklah menjauh darinya karena demi Allāh, sesungguhnya seseorang mendatangi Dajjāl dan dia menyangka bahwasanya dia adalah beriman ternyata kemudian dia mengikuti Dajjāl tersebut karena melihat syubhat yang dimiliki oleh Dajjāl tersebut.”

(Hadits shahīh riwayat Abū Dāwūd)

Di dalam Shahīh Muslim disebutkan bahwasanya manusia akan pergi ke gunung-gunung untuk menghindari Dajjāl.

⑹ Apabila mampu maka hendaklah dia pergi ke 2 tanah haram (Mekkah dan juga Madinah) karena keduanya tidak bisa dimasuki oleh Dajjāl.

(HR Bukhāri dan Muslim)

⑺ Apabila terpaksa bertemu dengan Dajjāl maka hendaklah dia bersabar, tetap di atas kebenaran dan tidak menta’ati Dajjāl tersebut.

Dan hendaknya dia membaca 10 ayat yang pertama dari surat Al Kahfi.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:

“Barangsiapa diantara kalian yang menemui Dajjāl maka hendaklah dia membaca awal dari surat Al Kahfi.”
(HR Muslim)

Dalam hadits yang lain Beliau mengatakan:

“Barangsiapa yang menghafal 10 ayat yang pertama dari surat Al Kahfi, maka dia akan terjaga dari Dajjāl.”

(HR Muslim)

⑻ Apabila melihat Dajjāl membawa 2 sungai (sungai dari api dan sungai dari air) maka petunjuk Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam hendaknya kita memejamkan mata, menundukkan kepala, kemudian meminum dari sungai api karena sebenarnya itu adalah air yang dingin.

(HR Muslim)

Dajjāl muncul di masa Imām Mahdi sebelum turunnya Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām dan akan dibunuh oleh Nabi ‘Īsā.

Kewajiban seorang Muslim adalah beriman dengan munculnya Dajjāl sebagaimana dikabarkan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam di dalam hadits-hadits yang shahīh.

Dajjāl bukanlah khayalan atau simbol kerusakan semata.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla melindungi kita dan keluarga kita dari fitnah Dajjāl.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Selasa 6 Rabi’ul Awwal 1438 H/6 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Dajjal (2)

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 16

 

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagai seorang Nabi yang sangat menginginkan keselamatan bagi umatnya, telah menyebutkan di dalam hadits-hadits yang shahīh tentang ciri-ciri Dajjāl, diantaranya bahwasanya Dajjāl adalah:

• Orang yang gemuk badannya.

• Kulitnya berwarna merah.

• Rambutnya keriting.

• Mata kanannya buta.

• Mata kirinya seperti anggur.

• Tertulis di antara kedua matanya tiga huruf: kaf (ك), fa (ف), ra (ر). Dalam riwayat lain disebutkan kāfir (كافر).

Semua orang yang beriman bisa membaca baik yang buta huruf maupun yang tidak buta huruf.

Ciri-ciri di atas disebutkan dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan juga Muslim.

Di dalam shahīh Muslim disebutkan bahwasanya Dajjāl tidak memiliki anak.

◆ Orang yang mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’ālā mengetahui bahwasanya Dajjāl bukanlah Rabbul ‘Ālamīn, mereka tahu bahwasanya:

• Allāh tidak dilihat di dunia.

• Allāh tidak buta sebelah.

Adapun kehebatan yang dimiliki oleh Dajjāl maka semuanya adalah dengan izin Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk menguji keimanan para hamba.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فَإِنْ أُلْبِسَ عَلَيْكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ ،وَ إِنَّكُمْ لَنْ تَرَوْا رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى حَتَّى تَمُوتُوا

“Apabila samar bagi kalian Rabb kalian maka ketahuilah maka bahwasanya Rabb kalian Tabāraka wa Ta’ālā tidaklah buta sebelah matanya. Dan sesugguhnya kalian tidak akan melihat Rabb kalian Tabāraka wa Ta’ālā sampai kalian meninggal dunia.”

(HR Ahmad dan Abū Dāwūd dan dishahīhkan oleh Syaikh Al Albāniy rahimahullāh)

◆ Dajjāl akan tinggal di bumi selama 40 hari;

• 1 hari pertama seperti setahun

• 1 hari kedua seperti sebulan

• 1 hari ketiga seperti seminggu

• Dan hari-hari yang lain seperti hari-hari biasa.

(HR Muslim)

Jadi kurang lebih apabila dihitung dengan hari-hari biasa, dia akan tinggal di bumi selama 1 tahun 2.5 bulan.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Senin 5 Rabi’ul Awwal 1438 H/5 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Dajjal (1)

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 15

 

Dajjāl yang secara bahasa artinya adalah pendusta besar, merupakan seorang manusia keturunan Nabi Ādam ‘alayhissalām, yang di akhir zaman, Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menjadikan dia sebagai fitnah terbesar dalam sejarah manusia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

“Tidak ada fitnah antara penciptaan Ādam sampai hari kiamat yang lebih besar daripada fitnah Dajjāl.”

(HR Muslim)

Sebelum keluarnya Dajjāl, bumi dalam keadaan kemarau yang sangat panjang, manusia sangat membutuhkan air dan juga makanan.

◆ Dajjāl muncul dan mengaku sebagai Tuhan Rabbul ‘ālamin.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan dia kemampuan untuk bergerak cepat, menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman, dia membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka.

Sehingga orang-orang yang tidak mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla seperti orang-orang musyrik, kafir dan munafik mereka pun mengikuti Dajjal, di antaranya adalah 70.000 orang Yahudi Ashbahan*.

(HR Muslim)

*Ashbahan adalah nama sebuah daerah.

Sampai ada seseorang yang awalnya menyangka dirinya beriman setelah melihat perkara yang luar biasa pada diri Dajjāl akhirnya dia mengikuti Dajjāl tersebut.

(Hadits shahih Riwayat Abū Dāwūd)

◆ Setiap Nabi telah mengingatkan umatnya fitnah Dajjāl ini, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ

“Sesungguhnya aku akan memperingatkan kalian tentang Dajjāl dan tidaklah seorang Nabi kecuali dia telah memperingatkan kaumnya dari Dajjāl demikian pula Nūh ‘alayhissalām.”

(HR Bukhāri)

◆ Dajjāl sekarang ada di sebuah pulau.

Tamīm Ad Dāri, seorang shahābat Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam saat masih beragama Nashrani dia beberapa orang temannya pernah terdampar di pulau tersebut.

Mereka melihat Dajjāl dalam keadaan terikat kuat bahkan sempat terjadi dialog antara mereka dengan Dajjāl .

Kemudian Tamīm mengabarkan pertemuan dan dialog ini kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam setelah masuk Islam dan dibenarkan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

(Hadits ini shahih diriwayatkan oleh Imām Muslim)

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Jumat 2 Rabi’ul Awwal 1438 H/2 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).

 

Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat

Silsilah Ilmiyyah 5.1: Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah ke 14

 

Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah 10 tanda menjelang datangnya hari kiamat.

Yang apabila sudah muncul 10 tanda tersebut, terjadilah setelahnya; hari kiamat.

Tanda-tanda besar tersebut apabila muncul satu, maka akan segera diikuti oleh yang lain.

Suatu saat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat para Shahābat sedang saling berbicara di antara mereka.

Beliau bertanya:

“Apa yang sedang kalian bicarakan?”

Merekapun menjawab:

“Kami sedang mengingat hari kiamat.”

Maka, Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam bersabda:

إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ

“Sesungguhnya hari kiamat itu tidak akan datang sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda.”

Maka Beliau Shallallāhu ‘Alayhi wa Sallam menyebutkan 10 tanda :

1. Asap
2. Dajjāl
3. Dābbah (seekor hewan melata)
4. Terbitnya matahari dari barat
5. Turunnya ‘Īsā bin Maryam
6. Ya’jūj dan Ma’jūj
7. Gerhana di timur
8. Gerhana di barat
9. Gerhana di Jazirah Arab
10. Api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke padang pengumpulan.

(Hadīts shahīh riwayat Imām Muslim rahimahullāh)

Apa yang tersebut di dalam hadits di atas bukanlah berurutan.

 

*Disampaikan oleh Ustadz Abdullah Roy, MA., Kamis 1 Rabi’ul Awwal 1438 H/1 Desember 2016, via WhatsApp Group HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah).